INDRAMAYU — Universitas Tangkas Jaya kembali membanggakan nama baik kampusnya di tingkat nasional. Kali ini, pencapaian gemilang diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Muhammad Rizky Pratama, yang berhasil memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 kategori Artificial Intelligence dan Machine Learning. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini diadakan di Jakarta pada 14-16 April 2026 lalu.
Pencapaian Muhammad Rizky Pratama tersebut menjadi momen bersejarah bagi Universitas Tangkas Jaya, mengingat ini adalah pertama kalinya kampus swasta di Indramayu berhasil merebut posisi juara umum dalam kompetisi tingkat nasional di bidang teknologi. Prestasi ini tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga membawa hadiah total sebesar Rp500 juta, ditambah dengan kesempatan untuk melanjutkan inovasi melalui dukungan pendanaan dari Kementerian terkait.
Inovasi Cemerlang dari Kampus Indramayu
Muhammad Rizky Pratama, mahasiswa semester tujuh Teknik Informatika, berhasil mengalahkan 847 peserta dari berbagai universitas ternama di seluruh Indonesia dengan proyek inovasi yang berjudul “SmartAgri-AI: Sistem Prediksi Hasil Panen Berbasis Artificial Intelligence untuk Petani Skala Kecil.” Proyek ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan yang dihadapi petani lokal, terutama di wilayah Indramayu yang merupakan salah satu sentra pertanian terpenting di Jawa Barat.
Sistem yang dikembangkan oleh Rizky mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), machine learning, dan analisis data real-time untuk membantu petani dalam memprediksi hasil panen dengan akurasi hingga 94 persen. Melalui aplikasi mobile yang user-friendly, petani dapat memasukkan data cuaca, kondisi tanah, jenis bibit, dan faktor-faktor lainnya untuk mendapatkan prediksi yang akurat tentang hasil panen mereka.
“Inovasi ini lahir dari pengamatan saya terhadap kondisi para petani di sekitar kampus. Banyak yang masih menggunakan metode tradisional dalam memperkirakan hasil panen mereka, sehingga sering mengalami kerugian akibat ketidakakuratan prediksi. Saya ingin membuat teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan oleh petani dengan tingkat literasi digital yang beragam,” ujar Rizky dalam wawancara eksklusif di Ruang Belajar Informatika Tangkas Jaya, Selasa (17/4/2026).
Proyek ini bukan murni hasil kerja individual. Rizky didampingi oleh dua dosen pembimbing dari Universitas Tangkas Jaya, yakni Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., dosen Program Studi Teknik Informatika, dan Dr. Bambang Setiyawan, M.Eng., dosen Teknik Pertanian. Kolaborasi lintas program studi ini menjadi kunci kesuksesan pengembangan sistem yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Proses Panjang Menuju Juara
Perjalanan Muhammad Rizky menuju juara nasional dimulai sejak Januari 2026 ketika dia mengajukan usulan proyek kepada tim pendamping akademiknya. Sebelum sampai ke tingkat nasional, dia harus melewati berbagai seleksi yang ketat. Pertama, dia memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Provinsi Jawa Barat pada Februari 2026 yang diikuti oleh 156 peserta dari seluruh kampus di wilayah Jabar.
“Ketika Rizky lolos ke tingkat nasional, kami sangat bangga sebagai dosen pendambing. Kami tahu dia memiliki passion dan dedikasi yang tinggi terhadap proyek ini,” kata Dr. Siti Nurhaliza, yang juga menjadi Ketua Program Studi Teknik Informatika Tangkas Jaya, saat ditemui di kantor program studi pada hari yang sama.
Persiapan untuk kompetisi nasional membutuhkan kerja keras yang intensif. Rizky menghabiskan waktu kurang lebih empat bulan untuk menyempurnakan sistem, melakukan testing berkali-kali, dan mengumpulkan data dari 200 petani di Indramayu sebagai pilot project. Dia bahkan rela mengorbankan waktu liburan untuk memastikan bahwa aplikasi ini benar-benar dapat memecahkan masalah yang dihadapi petani dengan solusi yang optimal.
“Saya pernah hampir menyerah di minggu kesepuluh pengembangan karena menemukan bug yang sangat kompleks. Akan tetapi, dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman di kampus membuat saya tetap semangat untuk terus maju,” cerita Rizky sambil menunjukkan interface aplikasi SmartAgri-AI di layar laptop miliknya.
Di Jakarta, Rizky harus mempresentasikan proyek di depan juri yang terdiri dari akademisi terkemuka, praktisi industri, dan perwakilan dari Kemendikbudristek. Presentasi berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa pertanyaan teknis yang cukup menantang. Namun, penguasaan Rizky terhadap setiap aspek proyek membuatnya dapat menjawab dengan percaya diri.
Dukungan Penuh Kampus
Kesuksesan Muhammad Rizky Pratama tentu saja tidak terlepas dari peran aktif Universitas Tangkas Jaya dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswanya. Universitas ini memiliki program khusus yang disebut “Tangkas Innovation Hub” yang dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki ide-ide inovatif dan berdampak sosial.
“Program ini kami dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka. Kami menyediakan fasilitas laboratorium, mentoring dari dosen berpengalaman, dan bahkan dukungan finansial untuk mahasiswa yang proyek mereka dianggap layak,” jelas Prof. Dr. Sutrisno Wijayanto, Rektor Universitas Tangkas Jaya, dalam konferensi pers yang diadakan di Aula Utama Kampus Tangkas Jaya pada hari Rabu (17/4/2026).
Prof. Sutrisno menekankan bahwa pencapaian Rizky adalah bukti nyata dari komitmen Tangkas Jaya dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kewirausahaan. “Kami percaya bahwa mahasiswa adalah aset terbesar institusi pendidikan. Oleh karena itu, investasi dalam program pengembangan mahasiswa seperti ini adalah prioritas utama dalam visi Tangkas Jaya untuk menjadi universitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” tambah Prof. Sutrisno.
Dukungan kampus tidak hanya terbatas pada aspek akademik. Universitas Tangkas Jaya juga menyediakan fasilitas ruang kerja, akses ke database penelitian internasional, dan bahkan bantuan administrasi untuk pendaftaran kompetisi-kompetisi nasional. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat fokus mengembangkan ide mereka tanpa terbebani oleh hal-hal teknis lainnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain menjadi prestasi akademik, SmartAgri-AI juga diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat petani di Indramayu dan sekitarnya. Dengan teknologi ini, petani dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait pengelolaan lahan mereka, sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengoptimalkan hasil panen.
“Jika teknologi ini dapat disebarluaskan ke masyarakat petani, potensi peningkatan produktivitas pertanian di Indramayu bisa mencapai 20-30 persen. Ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan nasional,” ungkap Dr. Bambang Setiyawan, dosen pendambing dari Program Studi Teknik Pertanian.
Sesuai dengan hadiah yang diterimanya, Rizky berencana untuk mengembangkan lebih lanjut aplikasi SmartAgri-AI dengan menambahkan fitur-fitur baru dan memperluas jangkauan pengguna. Dia juga tertarik untuk mendirikan startup yang akan mengkomersialkan teknologi ini dengan model bisnis yang berkelanjutan namun tetap terjangkau bagi petani.
“Saya ingin SmartAgri-AI tidak hanya menjadi proyek akhir atau karya inovasi yang tersimpan di gudang kampus. Saya ingin ini menjadi produk nyata yang dapat dinikmati oleh petani-petani yang membutuhkan. Dengan dukungan dari Tangkas Jaya dan partner-partner lainnya, saya yakin ini bisa terwujud,” kata Rizky penuh optimisme.
Inspirasi Bagi Mahasiswa Lainnya
Pencapaian Muhammad Rizky Pratama juga menjadi sumber inspirasi bagi ribuan mahasiswa lainnya di Universitas Tangkas Jaya. Tidak hanya di Program Studi Teknik Informatika, tetapi juga di program studi lainnya, banyak mahasiswa yang mulai tertarik untuk mengikuti jejak Rizky dengan mengembangkan inovasi mereka sendiri.
“Prestasi Rizky menunjukkan bahwa mahasiswa dari universitas di daerah seperti Indramayu tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di kota besar lainnya. Yang penting adalah semangat, dedikasi, dan dukungan yang tepat. Saya yakin akan ada banyak lagi mahasiswa Tangkas Jaya yang akan meraih prestasi serupa atau bahkan lebih tinggi di masa depan,” tutur Dr. Siti Nurhaliza dengan penuh harapan.
Untuk mendorong lebih banyak inovasi dari mahasiswa, Universitas Tangkas Jaya telah mengumumkan peningkatan alokasi dana untuk program inovasi tahun akademik 2026-2027. Universitas juga berencana untuk mengadakan seminar dan workshop tentang cara mengembangkan ide inovasi menjadi produk yang layak pasar.
Penutup
Prestasi Muhammad Rizky Pratama sebagai juara Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa talenta dan potensi besar terdapat di berbagai belahan nusantara, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Universitas Tangkas Jaya, melalui komitmen dan dukungan yang konsisten terhadap pengembangan mahasiswa, telah membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nasional.
Dengan hadiah Rp500 juta dan dukungan dari Kemendikbudristek, diharapkan SmartAgri-AI dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat nyata kepada komunitas petani di seluruh Indonesia. Sekaligus, pencapaian ini menjadi katalus bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui karya-karya nyata yang berdampak sosial dan ekonomi.
Sebagai penutup, Prof. Dr. Sutrisno Wijayanto menegaskan bahwa Universitas Tangkas Jaya akan terus memperkuat ekosistem inovasi dan mendukung setiap mahasiswa yang memiliki misi mulia untuk membuat perbedaan. “Rizky adalah bukti bahwa Tangkas Jaya mampu melahirkan problem solver yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kehidupan masyarakat. Ini adalah filosofi pendidikan yang kami pegang teguh,” tutup Prof. Sutrisno.
—
[Kata: 1.847]