Indramayu – Universitas Tangkas Jaya menutup semester ganjil dengan meriah melalui penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang berlangsung pada 31 Maret lalu. Acara spektakuler ini menjadi wadah apresiasi terhadap bakat seni dan prestasi olahraga mahasiswa, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Indramayu di tingkat akademik.
Festival yang mengambil tema “Tangkas Jaya Berkarya: Seni, Olahraga, dan Inovasi Generasi Muda Indramayu” ini diikuti oleh lebih dari 3.500 mahasiswa dari berbagai program studi dan tingkatan. Penyelenggaraannya melibatkan 18 fakultas dengan 47 cabang olahraga dan seni yang berkompetisi dalam berbagai kategori.
### Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Universitas Tangkas Jaya, yang berdiri sejak 1998 di jantung kota Indramayu, telah dikenal sebagai institusi pendidikan yang serius dalam mengembangkan tidak hanya aspek akademik, melainkan juga potensi kultural dan atletik mahasiswanya. Terletak di Jalan Raya Indramayu Km 15, kampus yang memiliki 12 gedung akademik ini menganggap pengembangan soft skill mahasiswa sebagai bagian integral dari kurikulum holistik.
“Kami percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas bukan hanya mereka yang pandai di kelas, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas tinggi, dan stamina fisik yang prima,” ujar Rektor Universitas Tangkas Jaya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., dalam sambutannya di acara pembukaan festival.
Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hendra Wijaya, S.Pd., M.Pd., festival tahunan ini dimulai sejak 2019 sebagai respons terhadap peraturan pemerintah yang menekankan pentingnya balanced education antara akademik, seni, dan olahraga.
“Tahun pertama kami mengadakan festival ini, hanya tiga cabang olahraga dan lima jenis seni yang ditampilkan. Sekarang, pada 2026, kami telah berkembang menjadi ajang kompetisi yang komprehensif dengan standar profesional,” jelas Wakil Rektor Wijaya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1 April 2026).
### Rangkaian Kegiatan dan Cabang Olahraga
Pelaksanaan festival berlangsung selama lima hari penuh, dimulai dari tanggal 27 Maret hingga 31 Maret 2026. Lokasi penyelenggaraan tersebar di berbagai fasilitas yang dimiliki universitas, meliputi Stadion Universitas Tangkas Jaya berkapasitas 8.000 penonton, Aula Seni Pertunjukan, Lapangan Bola Voli Indoor, Kolam Renang Olympic-size, dan empat lapangan olahraga outdoor yang berada di kompleks kampus yang luas mencapai 45 hektar.
Cabang olahraga yang diperlombakan mencakup disiplin ilmu tradisional hingga modern. Di antara yang paling ditunggu-tunggu adalah pertandingan sepak bola putra dan putri yang melibatkan 16 tim dari berbagai fakultas. Kompetisi ini berhasil menarik lebih dari 5.000 penonton dalam pertandingan final, yang diselenggarakan di Stadion Universitas Tangkas Jaya dengan standar internasional.
Selain sepak bola, kompetisi yang tidak kalah seru adalah pertandingan bola basket 3-on-3, bola voli, badminton, tenis meja, renang, lari maraton 10 kilometer, dan olahraga tradisional yang menjadi ciri khas Indramayu seperti pencak silat dan permainan gateball. Khusus untuk cabang pencak silat, turnamen ini menghadirkan atlet-atlet berprestasi dari beberapa universitas tetangga sebagai lawan kompetitor internal.
“Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kami bangga bahwa mahasiswa Tangkas Jaya menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam melestarikan seni beladiri ini,” ungkap Ketua Panitia Festival Olahraga, Agus Dermawan, S.Kom., M.T., dosen Teknik Informatika yang juga merupakan atlet pencak silat bersertifikat.
### Kemeriahan Kompetisi Seni dan Budaya
Tidak kalah meriah dari kompetisi olahraga, festival seni mencakup 28 cabang seni yang diikuti oleh mahasiswa dengan antusiasme tinggi. Kategori seni yang diselenggarakan meliputi musik tradisional dan modern, tari, teater, puisi, desain grafis, fotografi, lukisan, kerajinan tangan, dan fashion show.
Pertunjukan musik live menjadi sorotan utama pada malam penutupan festival. Panggung utama di Aula Seni Pertunjukan, yang dilengkapi dengan sistem sound berkualitas internasional, menjadi tempat berbagai band mahasiswa menampilkan kreativitas musik mereka. Mulai dari genre rock, jazz, pop, hingga musik klasik dipersembahkan oleh 12 grup band yang telah melewati seleksi ketat.
Salah satu pertunjukan yang mencuri perhatian adalah kolaborasi musik tradisional Indramayu dengan instrumen modern oleh grup “Tangkas Fusion” dari Fakultas Seni dan Desain. Mereka memainkan karya original berjudul “Indramayu Bersinar” yang menggabungkan suara angklung, kendang, dan gitar elektrik dalam satu harmoni yang memukau penonton.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal Indramayu bukan sesuatu yang ketinggalan zaman. Dengan pendekatan kontemporer, kami berhasil membuat generasi muda tertarik untuk mempelajari dan melestarikan kekayaan budaya kita,” ucap ketua grup Tangkas Fusion, Sinta Putri Handoko, mahasiswi semester 6 Prodi Seni Musik.
Kompetisi tari juga menampilkan kekayaan budaya nusantara dengan peserta yang menampilkan tari tradisional seperti tari Sunda, tari Jawa, tari Bali, hingga tari kontemporer hasil kreasi mahasiswa sendiri. Peserta tari dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, khususnya, menampilkan “Tari Pesisir Indramayu” yang menceritakan kisah nelayan dan kehidupan masyarakat pesisir Indramayu melalui gerak yang elegan dan kostum yang autentik.
Festival ini juga menghadirkan pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya visual mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain. Lebih dari 150 karya seni, mulai dari lukisan cat minyak, cat air, drawing, hingga karya digital dipamerkan dalam galeri sementara yang diatur khusus di Gedung Pusat Aktivitas Mahasiswa.
### Peran Universitas dan Dukungan Infrastruktur
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari komitmen Universitas Tangkas Jaya dalam menyediakan fasilitas dan dukungan logistik yang memadai. Universitas telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,2 miliar rupiah khusus untuk festival ini, meliputi penguatan infrastruktur, pengadaan peralatan, honor panitia, dan hadiah bagi para pemenang.
“Investasi kami dalam pengembangan fasilitas olahraga dan seni ini bukan hanya untuk kepentingan festival sesaat. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk memastikan bahwa mahasiswa kami memiliki lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan bakat mereka,” jelas Rektor Sutrisno dalam wawancara eksklusif.
Infrastruktur yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir mencakup renovasi stadion dengan penambahan tribun modern, pembangunan aula seni pertunjukan berstandar internasional dengan kapasitas 2.500 kursi, dan penyediaan lapangan olahraga dengan standar kompetisi nasional dan internasional.
### Dampak dan Pencapaian Mahasiswa
Bagi mahasiswa peserta, festival ini bukan hanya ajang hiburan semata, tetapi juga kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun jaringan dengan rekan sejawat dari program studi dan fakultas yang berbeda.
Riska Amelia Kusuma, mahasiswi semester 4 dari Prodi Manajemen Bisnis, adalah salah satu atlet bola voli putri yang berhasil membawa timnya meraih medali emas dalam kompetisi bola voli putri. Prestasi ini, menurutnya, adalah hasil dari latihan konsisten yang didukung oleh fasilitas dan pelatih profesional yang disediakan universitas.
“Saya sangat berterima kasih kepada universitas yang telah memfasilitasi kami untuk bisa berkembang dalam bidang olahraga sambil tetap fokus pada studi akademik. Memenangkan turnamen ini membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berprestasi,” tutur Riska dengan senyuman bangga.
Sementara itu, Fadlan Rizki Pratama, mahasiswa semester 5 dari Prodi Teknik Sipil, meraih penghargaan Best Actor dalam kategori teater untuk perannya di drama “Mimpi Indramayu” yang menceritakan perjuangan generasi muda dalam membangun masa depan. Menurut Fadlan, partisipasi dalam festival seni telah membuka wawasan baru tentang seni pertunjukan dan pentingnya ekspresi kreatif.
“Awalnya saya hanya mencoba ikut casting untuk drama university ini, tetapi hasilnya melebihi ekspektasi saya. Saya menyadari bahwa seni adalah cara yang powerful untuk mengomunikasikan pesan dan nilai-nilai yang ingin kita sampaikan,” kata Fadlan.
### Apresiasi Dosen dan Tenaga Pendidik
Keberhasilan festival ini juga tidak lepas dari dukungan dosen dan tenaga pendidik yang telah membimbing mahasiswa dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Beberapa dosen dari Fakultas Seni dan Desain bahkan terlibat langsung sebagai juri dan mentor dalam berbagai kategori seni.
Dr. Supriyo Hadi, S.Sn., M.Sn., Ketua Program Studi Seni Musik, menyatakan bahwa festival semacam ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas menjadi praktik yang nyata.
“Dalam festival ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan bakat mereka, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama tim, manajemen waktu, dan cara menangani tekanan dalam kompetisi. Semua ini adalah pembelajaran yang tidak akan mereka dapatkan dalam kelas biasa,” pungkas Dr. Supriyo.
### Perspektif Mendatang dan Rencana Pengembangan
Menatap ke depan, Universitas Tangkas Jaya berencana untuk terus mengembangkan festival ini dengan menambah jumlah cabang olahraga dan seni, serta meningkatkan standar kompetisinya. Wakil Rektor Wijaya mengungkapkan bahwa pada tahun 2027, universitas berencana untuk mengundang peserta dari universitas lain, sehingga festival ini menjadi ajang kompetisi antar-universitas tingkat regional.
“Visi kami adalah menjadikan Festival Seni dan Olahraga Universitas Tangkas Jaya sebagai event tahunan yang bergengsi di tingkat regional Jawa Barat. Ini akan meningkatkan prestise universitas kami dan membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkompetisi dengan tingkat yang lebih tinggi,” kata Wakil Rektor Wijaya.
Selain itu, universitas juga berencana untuk mengembangkan program scholarship khusus bagi mahasiswa-mahasiswa berbakat dalam bidang olahraga dan seni, sehingga universitas dapat menarik talenta-talenta terbaik dari seluruh wilayah Indramayu dan sekitarnya.
### Penutup
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Tangkas Jaya telah membuktikan bahwa institusi pendidikan ini serius dalam mengembangkan karakter dan bakat mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai kompetisi yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari sivitas akademika, universitas menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkontribusi aktif pada pengembangan budaya dan olahraga.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh lebih dari 3.500 peserta, dukungan keluarga besar universitas, dan apresiasi dari masyarakat Indramayu menunjukkan bahwa festival ini telah mencapai tujuannya sebagai wadah seni dan olahraga yang bermakna. Ke depannya, event ini diharapkan terus berkembang dan menjadi kebanggaan bersama Universitas Tangkas Jaya, sekaligus memperkuat posisi kampus ini sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas di wilayah Indramayu.
Dengan semangat “Tangkas Jaya Berkarya”, mahasiswa Universitas Tangkas Jaya telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi agent of change yang tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.
—
Jumlah kata: 1.850 kata